KARYA PUISI

 Pagi menyapa dengan cahaya lembut,

Langkah kaki terburu mengejar waktu,

Kopi hangat jadi teman setia,

Menyusuri detik yang tak pernah menunggu.


Suara jalanan, tawa, dan bisik angin,

Berganti-ganti dalam ritme kehidupan,

Ada lelah yang tak terucapkan,

Ada syukur yang diam-diam disimpan.


Siang merangkak, panas menggigit,

Peluh jatuh, mimpi tetap digenggam,

Kadang terhenti oleh ragu,

Namun hati berbisik: “Teruslah melangkah.”


Sore datang, langit mulai temaram,

Dunia seolah melambat bersama senja,

Hingga malam tiba, sunyi menenangkan,

Dan kita kembali pada diri sendiri.


Begitulah sehari-hari berjalan,

Sederhana, biasa, namun penuh makna,

Karena di balik rutinitas yang diam,

Tersimpan harapan, cinta, dan cerita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEDAMAIAN

ALAM

TUGAS BAHASA INDONESIA PJJ